Jangan lupa follow my Medsosku
Wattpad: @MuhammadQiran
Line: kiranmo666
Fb: putri_yanty14@yahoo.com
Tema: pertemanan
Tokoh utama: Aku(Halim)
Apakah kalian pernah merasa Bodoh dan malas? Bersalah? Atau kesepian?. Kalau kalian tanya aku, aku pasti akan menjawab, ya. Kenapa? karena kebodohanku membuatku melakukan kesalahan. Kesalahankupun menjadikanku malas untuk bersosialisasi dengan teman-temanku dan membuatku merasa kesepian.
Suatu hari, dipagi hari yang cerah.
"Hadeh... Hari senin? Walaupun ini hari senin. Tapi, bagiku semua hari itu sama saja. Aku selalu saja merasa nggak dihargain."
"Halim... bangun nak. Buruan mandi! Ini tuh hari senin. Jadi, kamu harus cepat kesekolah untuk upacara." Perintah ibundaku tersayang.
Itulah kalimat yang selalu aku dengar disenin pagiku.
Setelah selesai berpakaian, aku segera berangkat kesekolah tanpa berpamitan pada orang tuaku.
"Anak kita selalu saja begitu! Dia tidak pernah mau pamit sebelum bersekolah!"
"Dia pasti sedang buru-buru jadi jangan diambil hati." Jawab ibuku ke ayahku.
Sudah kebiasaanku sih sejak TK. Yang tak pernah salim ke orang tua sebelum sekolah. Itulah mengapa aku ini bodoh.
Sesampainya di Sekolah. Aku cuma melihat wajah kebencian dari teman sekelasku. Semenjak insiden tersebut tidak ada lagi yang ingin menjadi temanku. Aku bembuat teman sekelasku merasa kecewa denganku.
Hari itu, aku cuma isengeng ngekick teman sekelasku dari sebuah grup. Dan semenjak itulah tidak ada lagi yang mau menjadi temanku.
"Hoi... si kickker itu sudah datang. Kalian ingat rancana yang semalamkan. Kalau ia laksanakan.", "Tapi, kalau nanti ketahuan guru gimana?", "Tenang saja. Pak Nasirkan lagi pelatihan bersama dengan guru-guru yang lainnya.".
Aku yang sempat menguping tidak tau apa yang sedang mereka rencanakan. Aku berpasrah diri saja dan pergi ke lapangan upacara secepat mungkin.
"Amanah pembina upacara. Barisan diistirahatkan.", "Terimakasih dengan kesempatan hari ini karna kita masih bisa melakukan upacara bendera... bla, bla, bla... Jadi, sebelum kalian melakukan sesuatu sebaiknya dipikirkan sematang mungkin. Sekian dari saya, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh." Amanah dari Pak Bunyamin, kepala sekolah baru di SMAN 13 Makassar.
Hallo.... Minna-san, para Onee-chan Onii-san aku yang suka baca novel, di blog ini kalian bisa membaca dan menjadikannya tugas sekolah. Mulai dari yang lucu, menegangkan, seru dll. Diblog ini kami mengumpulkan naskah drama dan novel novel terkenal di situs situs populer di google. Kami harap Onii-chan Onee-Chan dapat menikmatinya di "Baca Novel Dan Naskah Drama Indonesia Keren Gratis".
Sabtu, 10 Desember 2016
Senin, 05 Desember 2016
Persahabatan dilanda Cinta
Jangan lupa follow my Medsosku
Wattpad: @MuhammadQiran
Line: kiranmo666
Fb: putri_yanty14@yahoo.com
Judul: Persahabatan dilanda cinta
Tema: Persahabatan, cinta
Jumlah: 6 orang
Karakter:
Johan: Gaul
Jeki: Pemberani
Joko: Jadul
James: Ganteng
Cika: Cantik, feminim
Tika: Manis
NASKAH DRAMA
Selama kelas 1 dan 2 Johan, Jeki, Joko dan James tidak pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Bagi mereka persahabatan adalah segalanya dan cinta sahabat adah cinta yang sesungguhnya.
Johan: Eh, bagaimana untuk tongkrongan malam ini?
Joko: Aku mau belajar dulu karena habis ini ujian.
James: Kita di cafe biasanya saja Han.
Jesi: Aku ikut saja deh.
Joko: Kok aku tidak digubris?
James: Kalau kamu itu orangnya teladan Jok, maka dari itu kita tidak mau ganggu kamu. Selama ini kapan sih kamu keluar sama kita ya kan teman-teman?
Johan: Ya bener itu. Belajar kok terus. Kita butuh hiburan juga Jok.
Joko: Iya deh aku ikut kalian malam ini. Apa sih tidak buat 4J.
Jeki: Sudah tahu begitu kok malah baru nyadar.
Malam yang bergemerlap di cafe tongkrogan yang biasanya menjadi tempat duduk empat sahabat ini. Namun malam ini spesial karena Joko perdana ikut dengan yang lainnya.
Joko: Wah, kalau kayak begini aku betah suasananya damai dan lagunya klasik banget.
James: Haduh, Jok kamu ini makannya buku saja. Sekali-kali makan yang enaklah.
Joko: Haduh dinginnya.
Johan: Ya dinginlah ada AC-nya.
Joko: Aku ke belakang dulu ya.
Tidak disangka di belakang bertabrakan dengan seorang cewek yang bingung mencari barangnya yang hilang.
Joko: Aduh, maaf mbak terburu-buru.
Tika: Tidak apa-apa. Saya yang minta maaf.
Joko: Mbak cari apa kok kayaknya kebingungan.
Tika: Anting saya hilang di sekitar toilet ini.
Joko: Anting? Kok bisa mbak?
Tika: Tadi sya sisir rambut di sini.
Joko: Ini mungkin. (Jokomenemukan anting di bagian belakang rambut Tika).
Tika: Ya ampun.
Joko: Makanya jangan terburu-bruu mbak.
Tika: Makasih mas ya.
Keakraban terjalin atas kejadian ringan antara Joko dan Tika. Mereka saling mergenal dan saling tukeran nomor handphone. Tidak disangka Tika juga seumuran dengan Joko.
James: Kok lama banget Jok.
Joko: Tidak aku tadi ada masalah dikit dengan perut.
Johan: Owh, mules?
Joko: Ya seperti itulah.
Suasana pagi di Sekolah tidak seperti biasanya karena di kelas 2 IPA kedatangan murid baru pindahan dari kota sebelah. Namanya Cika. Murid yang cantik dengan penampilan ala gaya kota. Hal ini membuat James terpikat, begitu pun Johan.
Cika: Namaku Cika.
James: Aku James. Makan yuk.
Cika: Boleh.
Johan: Eh, Cika katanya mau ngajarin aku bahasa inggris.
Cika: Iya Han, aku makan dulu ya.
Johan: Aku ikut ya. Tidak apa-apa kan James?
James: Iya deh. (cetus James).
Suasana makan siang pada saat istirahat antara James, Johan dan Cika sangat membeku. Namun dua cowok ini selalu memberikan perhatikan lebih dengan Cika. Sedangkan dua sahabat lainnya Joko dan Jeki memantaunya.
Joko: Semoga tidak ada apa-apa ya Jeki.
Jeki: Kayaknya ada apa-apa Jok.
Joko: Aku takutnya mereka berkelahi gara-gara cewek.
Jeki: Maka dari itu, jangan sampai terjadi. Kita pantau terus.
Malam ini Joko keluar sendirian tidak bergabung dengan teman-temannya. Namun dia ketahuan sama Johan yang membuntuti dari belakang, ternyata...
Joko: Sudah lama kamu menunggu Tik?
Tika: Baru saja kok Jok.
Joko: Sudah pesenkan?
Tika: Belum, aku nunggu kamu. Kamu mau pesan apa?
Joko: Apa saja deh sama seperti kamu.
Tika: Mulai deh.
Johan: Dasar Joko ternyata dia punya cewek.
Pagi ini pertengkaran Johan dan James atas kehadiran Tika di dalam kelas sangat terlihat. Pertengkaran mulut di luar kelas membuat gaduh para siswa untuk menontonnya. Namun Joko melerai keduanya agar tidak bertengkar.
Joko: Gara-gara cewek kalian bertengakar? Tidak jantan itu namanya?
James: Kamu tidak usah ikut campur Jok.
Joko: Aku berhak ikut campur. Kita sudah sahabatan lama James.
Johan: Kamu juga nikung kita dari belakang Jok.
Joko: Nikung apa?
Johan: Kamu sama cewekkan tadi malam?
Joko hanya diam.
Jeki: Benar itu Jok, kata Johan?
Joko: Itu benar Jeki tapi dalam hal ini aku tidak pernah bertengkar dengan sahabat gara-gara cinta.
Johan: Sama
Wattpad: @MuhammadQiran
Line: kiranmo666
Fb: putri_yanty14@yahoo.com
Judul: Persahabatan dilanda cinta
Tema: Persahabatan, cinta
Jumlah: 6 orang
Karakter:
Johan: Gaul
Jeki: Pemberani
Joko: Jadul
James: Ganteng
Cika: Cantik, feminim
Tika: Manis
NASKAH DRAMA
Selama kelas 1 dan 2 Johan, Jeki, Joko dan James tidak pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Bagi mereka persahabatan adalah segalanya dan cinta sahabat adah cinta yang sesungguhnya.
Johan: Eh, bagaimana untuk tongkrongan malam ini?
Joko: Aku mau belajar dulu karena habis ini ujian.
James: Kita di cafe biasanya saja Han.
Jesi: Aku ikut saja deh.
Joko: Kok aku tidak digubris?
James: Kalau kamu itu orangnya teladan Jok, maka dari itu kita tidak mau ganggu kamu. Selama ini kapan sih kamu keluar sama kita ya kan teman-teman?
Johan: Ya bener itu. Belajar kok terus. Kita butuh hiburan juga Jok.
Joko: Iya deh aku ikut kalian malam ini. Apa sih tidak buat 4J.
Jeki: Sudah tahu begitu kok malah baru nyadar.
Malam yang bergemerlap di cafe tongkrogan yang biasanya menjadi tempat duduk empat sahabat ini. Namun malam ini spesial karena Joko perdana ikut dengan yang lainnya.
Joko: Wah, kalau kayak begini aku betah suasananya damai dan lagunya klasik banget.
James: Haduh, Jok kamu ini makannya buku saja. Sekali-kali makan yang enaklah.
Joko: Haduh dinginnya.
Johan: Ya dinginlah ada AC-nya.
Joko: Aku ke belakang dulu ya.
Tidak disangka di belakang bertabrakan dengan seorang cewek yang bingung mencari barangnya yang hilang.
Joko: Aduh, maaf mbak terburu-buru.
Tika: Tidak apa-apa. Saya yang minta maaf.
Joko: Mbak cari apa kok kayaknya kebingungan.
Tika: Anting saya hilang di sekitar toilet ini.
Joko: Anting? Kok bisa mbak?
Tika: Tadi sya sisir rambut di sini.
Joko: Ini mungkin. (Jokomenemukan anting di bagian belakang rambut Tika).
Tika: Ya ampun.
Joko: Makanya jangan terburu-bruu mbak.
Tika: Makasih mas ya.
Keakraban terjalin atas kejadian ringan antara Joko dan Tika. Mereka saling mergenal dan saling tukeran nomor handphone. Tidak disangka Tika juga seumuran dengan Joko.
James: Kok lama banget Jok.
Joko: Tidak aku tadi ada masalah dikit dengan perut.
Johan: Owh, mules?
Joko: Ya seperti itulah.
Suasana pagi di Sekolah tidak seperti biasanya karena di kelas 2 IPA kedatangan murid baru pindahan dari kota sebelah. Namanya Cika. Murid yang cantik dengan penampilan ala gaya kota. Hal ini membuat James terpikat, begitu pun Johan.
Cika: Namaku Cika.
James: Aku James. Makan yuk.
Cika: Boleh.
Johan: Eh, Cika katanya mau ngajarin aku bahasa inggris.
Cika: Iya Han, aku makan dulu ya.
Johan: Aku ikut ya. Tidak apa-apa kan James?
James: Iya deh. (cetus James).
Suasana makan siang pada saat istirahat antara James, Johan dan Cika sangat membeku. Namun dua cowok ini selalu memberikan perhatikan lebih dengan Cika. Sedangkan dua sahabat lainnya Joko dan Jeki memantaunya.
Joko: Semoga tidak ada apa-apa ya Jeki.
Jeki: Kayaknya ada apa-apa Jok.
Joko: Aku takutnya mereka berkelahi gara-gara cewek.
Jeki: Maka dari itu, jangan sampai terjadi. Kita pantau terus.
Malam ini Joko keluar sendirian tidak bergabung dengan teman-temannya. Namun dia ketahuan sama Johan yang membuntuti dari belakang, ternyata...
Joko: Sudah lama kamu menunggu Tik?
Tika: Baru saja kok Jok.
Joko: Sudah pesenkan?
Tika: Belum, aku nunggu kamu. Kamu mau pesan apa?
Joko: Apa saja deh sama seperti kamu.
Tika: Mulai deh.
Johan: Dasar Joko ternyata dia punya cewek.
Pagi ini pertengkaran Johan dan James atas kehadiran Tika di dalam kelas sangat terlihat. Pertengkaran mulut di luar kelas membuat gaduh para siswa untuk menontonnya. Namun Joko melerai keduanya agar tidak bertengkar.
Joko: Gara-gara cewek kalian bertengakar? Tidak jantan itu namanya?
James: Kamu tidak usah ikut campur Jok.
Joko: Aku berhak ikut campur. Kita sudah sahabatan lama James.
Johan: Kamu juga nikung kita dari belakang Jok.
Joko: Nikung apa?
Johan: Kamu sama cewekkan tadi malam?
Joko hanya diam.
Jeki: Benar itu Jok, kata Johan?
Joko: Itu benar Jeki tapi dalam hal ini aku tidak pernah bertengkar dengan sahabat gara-gara cinta.
Johan: Sama
Jalan Kehidupan
Jangan lupa follow my Medsosku
Wattpad: @MuhammadQiran
Line: kiranmo666
Fb: putri_yanty14@yahoo.com
Jalan Kehidupan
Di suatu kuliahan yang banyak terdapat
murid-murid pintar yang sebentar lagi menghadapi ujian. Diantara mereka terdapat 3 pelajar yaitu Shaila, Bagas, dan Rio yang sedang mempersiapkan ujian.
Shaila : " Kalian udah siap buat ujian besok? "
Bagas : " Pasti siaplah, kan Gue sudah belajar "
Rio : " Gue juga sama "
Shaila : " Gimana kalau orang yang dapet nilai paling rendah Dia harus kena hukuman "
Bagas + Rio : " Ayo! "
Shaila : " Ngomong-ngomong pas udah lulus kalian mau kerja dimana? "
Bagas : " Kalau Gue sih mau kerja di rumah sakit jadi dokter "
Rio : " Kayaknya nanti Gue mau jadi dokter juga "
Bagas : " Yang bener?. Liat darah aja takut, masa bisa jadi dokter. Kalau ada yang mau dioprasi Lo mau nyuruh Dia oprasi dirinya sendiri? "
Rio : " Ga gitu juga kalo. Nilai ulangan Guekan selalu di atas kalian, mendingan kalian belajar yang bener. Trust me it works! "
Semuanya tertawa kecil dan pada keesokan harinya mereka mengerjakan ulangan tanpa ada halangan yang berarti. Setelah mereka mendapatkan kertas ulangan mereka masing-masing mereka langsung berkumpul dan membahas tentang kertas ulangan itu.
Rio : " Gimana nilai ulangan kalian? "
Shaila : " Gue dapet 92 "
Bagas : " Cuman dapet 78 "
Rio : " Seperti biasanya, Kamu kena hukuman lagi Bagas, karena nilai Aku yang paling tinggi jadi Aku yang nentuin hukumannya. Apa yah. Gini aja, hukumannya Kamu harus dapetin, pelajaran tambahan "
Bagas : " Haah. Gue kira apaan "
Shaila : " Ngomong-ngomong bentar lagi kita lulus ya? "
Rio : " Ya, tinggal 2 bulan lagi "
Bagas : " Ga kerasa udah mau lulus aja "
2 Bulan kemudian mereka lulus dan mendapatkan satu kepal pesaraan yang bercampur. Setelah beberapa bulan mereka bertemu lagi disebuah warung.
Bagas : " Kita mampir dulu yu kesini "
Shaila : " Ayu "
Bagas : " Mas!. Tolong roti sama minumannya 2 "
Shaila : " Ngomong-ngomong gimana pekerjaan Lo? "
Bagas : " Biasalah kenaikan gaji, perencanaan membuat rumah sakit, dan lain-lain. Emangsih ada beberapa masalah tapi gak terlalu ribet juga "
Shaila : " Gue gak nyangka Lo bisa sesukses ini, padahal lo baru aja lulus "
Bagas : " Mungkin Gue bisa sukses karena faktor wajah, maksud Gue keberuntungan. Eh! Lo Rio? "
Rio : " Eh Bagas, Sarah. Udah lama gak ketemu " ( Nyimpen roti dan minuman )
Shaila : " Lo lagi ngapain? "
Rio : " Lagi kerja "
Shaila : " Jadi tukang warung? "
Rio : " Ya apa lagi "
Bagas : " Kok lo bisa jadi kayak gini "
Rio : " Ya awalnya Gue pede karena nilai Gue gede tapi karena Gue takut darah dan praktek Gue gak terlalu rapih ya jadi gini "
Bagas : " Hmm. Yang sabar ya Jo "
Akhirnya perjuangan Jojo menuntut ilmu tidak terlalu berguna. Pada saat Dia lulus beribu-ribu bahkan berjuta-juta orang juga ikut lulus. Sekarang banyak orang yang diterima bekerja bukan karena nilainya tapi karena kemampuannya. Nilai hanyalah angka, tidak menentukan kesuksesan.
Belajar itu penting tapi fokus dan terus berusaha mengejar dan merencanakan cita-cita lebih penting. Jangan berpikir " Gimana nanti " tapi berfikirlah " Nanti gimana ". Sekarang ini banyak lulusan S 1 yang pekerjaanya tidak sesuai dengan sekolahnya seperti yang Jojo alami.
TAMAT
Minggu, 04 Desember 2016
Kelas Gila Part 02
Cari Novel keren dan cocok dibuat tugas sekolah, pentas drama, atau semacamnya hanya di www.banoindo.blogspot.com.
Disuatu sekolah. Terdapat sebuah kelas yang muridnya sangat nakal dan konyol. Yaitu, kelas XII IPA 3, SMAN 13 Mks, angkatan 2014. Walaupun nakal tapi, mereka adalah murid yang penuh dengan rasa peduli dan solidaritas.
Beberapa hari setelah insiden tersebut, anak baru di kelas XII IPA 3 belum datang juga dan membuat murid-murid di kelas tersebut gelisah.
"Wei, Halim! Anak baru yang kau ceritakan kemarin mana? Ko gak nongol-nongol." tanya Adrian.
Halim yang sedang tidur terbangun setelah mendengar keluhan dari teman-teman kelasnya.
"Huahh~~, entahlah, mungkin dilahap Bumi." jawab Halim,
"Iya, dimana anak baru itu? Aku sudah tidak sabar ingin ngekader dia." ucap Akbar,
"Akukan sudah bilang besok, Haji!" kesal Halim yang sangat mengantuk,
"Woles dong! Kalau mau tidur, ya tidur saja!" gertak Adrian.
Halim dan Adrian pun memicu keributan dalam kelas. Hingga membuat teman kelasnya bersorak menyemangati mereka berdua.
"Eaaa... pukul dia... tinju dia..."
"Kalian berdua jangan saling berkelahi. Masa kamu takut sama dia?" kata Akbar ke Adrian
"Kalian semua diam...! Hargai guru yang sedang menjelaskan di depan. Kalian jangan berkelahi..." pinta Misyel dengan lemah lembutnya.
Bukannya tenang, beberapa dari mereka malah meneriaki Misyel dan menambah keributan "Huuuuuu....", "Misyel..., jodohnya Pak Hmm Hmm" kata Amri.
Tidak tahan dengan keributan yang ada. SiMurid yang paling ditakutipun berteriak dan membuat semuanya terdiam dan membisu.
"Wei, DIAM KALIAN SEMUA! Memangnya kalian anak sd apa? Yang selalu ingin di tegur!" kesal Fadillah.
"Ma, Maaf." Mohon Adrian dan Halim,
"Ini semua gara gara kamu!." Kata Halim menyalahkan Adrian lalu melanjutkan tidurnya.
"Ini itu salahmu!!! Dasar orang tidak tau mau!" kesal Adrian,
"Wei, Adrian! Bisakah kau diam!" gertak Fadillah sekali lagi.
"Hahaha..., masih mauko." ejek Akbar.
Setelah jam istirahat berakhir, Ibu Waode membawa seorang Siswa ke dalam kelas dan memperkenalkannya.
"Namaku... Mufly. Aku tinggal bersama orang tuaku. Aku pindahan dari SMAN 12 Mks." Ucap anak baru tersebut.
"Kau boleh duduk di tempat yang kau inginkan!" perintah ibu Waode.
Mufly pun duduk di bangku yang tampak kosong tanpa ia tau bahaya yang mengancamnya.
"Akan-kubunuh-siapapun-yang-berani-melawanku." kata Mufly yang membaca selembar kertas yang menempel di bangku tersebut.
"Assalamualaikum" salam Fadillah,
"Waalaikumsalam" jawab yang lainnya.
Ketika Fadillah menuju ke bangkunya, ia merasa ada yang aneh. Bangku yang biasa ia tempati tiba-tiba diduduki oleh seseorang.
"Berani-beraninya kau menempati mejaku!!!" Teriak Fadillah, "Memangnya kau tidak melihat namaku yang sebesar imi?" Samnung Fadillah.
"Hahaha..., Habis sudah kau anak baru ehh, Dia akan membunuhmu." Pikir murid sekelas.
"Pergi atau mati!!!" gertakan Fadillah. Mufly yang ketakutan pergi dengan menabrak banyak barang. "Ada apa dengan gadis aneh itu?" tanya Mufly.
"Sesuai namamu, Fly artinya terbang. Terbang ketika dimarahi Fadillah. Hahaha..." jawab Halim, "???" ekspresi Mufly yang kebingungan.
"Jangan gitu Fadillah! Kasihan anak baru itu!" Ucap Sastri, "Urusanna itu!" kesal Fadillah.
Beberapa saat kemudian, saat bel istirahat kedua berbunyi, para siswa di kelas tersebut sangat bahagia.
"Ayo kita ke Bunda!" ajak Fadel, "Kamu traktir?" tanya Ichwan,
"Iya, kalau kamu yang tr, kemanapun kami ikut." ucap Rafly meremehkan Fadel,
"Bangs*t..., kau meremehkanku ya? Jangankan kalian berdua. Kalian sekelaspun aku gak mau tanggung." jawab Fadel.
"Hahaha... kalau kamu memaksa sih... mau tidak mau kami akan ikut." kata Amri
"Bilang saja kalau kamu juga mau ikut!" jawab Fadel.
"Mereka ingin kemana bro?" tanya Mufly.
"Kekantin Bunda. Kau juga harus ikut kalau mau dapat Anugra(Anu Gratis=istilah anak Makassar untuk sesuatu yang gratis)" jawab Halim.
"ha!!! Iyakah?" tanya Mufly dengan penuh semangat, "Kalau begitu aku ikut mereka ya Sob!" ucap Mufly dan mengikuti gerombolan iblis IPA 3.
Setelah semua siswa di kelas tersebut pergi, akhirnya Halim bisa sendirian di dalam kelas. "Akhirnya..., aku akan tidur dengan tenang sekarang tanpa ada keributan." ucap Halim tampa menyadari bahwa masih ada seorang waria dalam kelasnya yaitu, Subianto.
"Halim! Halim!" panggil Subi, "Astaga!!!! Apa lagi Subianti? Tidak bisakah kau melihatku tenangka?" kesal Halim karna waktunya yang berharga terganggu.
"Aku ingin meminjam catatanmu yang kemarin!" Pinta Subi,
"Ini! Ambillah, dan bawa pulang jika kau mau!" ucap Halim.
Ketika mengambil catatan Halim, Subi langsung membuka buku tersebut yang ternyata isinya tidak lebih dari selembar saja.
"Ini apa Halim?", "Barusan, apa yang kau minta?" jawab Halim,
"catatan. Tapi... yang kuminta itu catatan yang kemarin. Bukan catatan yang gak jelas ini." heran Subi,
"Apa kau kemarin melihatku menulis!" kesal halim meneriaki wajah Subi. "Aku kemarin tidak datang jadi aku tidak tau. Jawab Subianto.
"Kemarin aku juga tidak datang goblok...!!!" Kesal Halim. "Cuih... Kenapa kau muncat di wajahku, Halim...!!!" jijik Subi, "Oh, maaf." jawab Halim lalu melanjutkan tidurnya.
"Dasar menjijikkan." kata Subianto.
Ditempat lain,
"Ihh, Si anak baru ini ikut rupanya." kata Amri sambil merangkul Mufly.
"Yoi Sob, aku tak punya kerjaan dalam kelas Sob, makanya aku ikut." jawab Mufly,
"Hahaha... Ciee... Amri dapat adik baru rupanya." Ejek Fadel, "Hahaha..." tawa mereka terbahak bahak.
"Yoi Sob. Kalau boleh nanya... barusan temanmu yang cewek kenapa Sob? Dia seperti ingin memakanku." Heran Mufly.
"Ohh... Fadillah? Dia orangnya memang sejak lahir begitu. Pembawaannya selalu ingin marah." Jawab Wanra, "Pembawaan?" Pikir Mufly.
Sesampainya dikantin Fadel-pun segera memesan makanan. "Berapa orangki ini?" tanya Fadel, "10 orang sama Mufly." jawab Ucil.
"Bunda! Pangsit 10." pesan Fadel, "Seperti biasa, pangsitnya lagi kosong!" jawab Bunda yang mengecawakan mereka, "kenapa?" tanya Mufly, "Karna di sini gak jual pangsit. Hahaha...." jawab Rafly, "hah?! Iya ya." kata Mufly setelah melihat kedalam toko yang ternyata cuma penjual makanan ringan dan nasi kuning.
"Hahaha..., Kau mengerjai anak baru lagi. Dasar tukang ngibul." ucap Akbar. "Nasi kuning mo 10 Bunda." Ucap Fadel yang sedang memesan makanan.
Tidak lama kemudian Halim datang dengan raut wajah yang menyebalkan. "Weh... Halim! Baru kali ini aku ngelihatmu keluar dari kelas, kamu kenapa?" heran Ichwan, "Hadeh..., di kelas sangat ribut, terutama deng siama yang kerjanya cuma nyanyi mulu." jawab Halim.
Beberapa saat yang lalu. "Oh, maaf." jawab Halim lalu melanjutkan tidurnya. "Dasar menjijikkan.".
Tapi, tidurpun terasa susah karna seseorang sedang bernyanyi dengan suara yang lumayan. lumayan keras dan berisik. "Hentikan nyanyianmu yang jelek itu Desi!" Mohon Halim.
"Kalau aku gak mau? Kamu mau apa?" Tanya Desi, "Aku akan menutup mulutmu dengan sebuah pisang coklat yang gak bakalan ada habisnya." Jawab Halim sambil berseringi, "Ng?! Dasar pria mesum!" gertak Nanda, siswi yang kebanyakan tingkah dan selalu mencampuri urusan Halim. "Sebaiknya kau diam saja! Kau itu baru datang sudah ngecampuri urusan orang!" suruh Halim. "Ihh! Biar lagi." jawab Nanda. "Hadeh..., dari pada marah-marah di sini, mending aku ke kantin Bunda saja." kata Halim.
"Hahaha..., Nanda emang gitu orangnya." kata Rafly, "Iya, tidak lama aku bisa gila kalau ada di sana terus terusan." ucap Halim. "Kalau mau curhat ke pacarmu saja. Jangan di sini." hina Fadel, "t(-_-t) Fu*k you..., Gua belum punya pacar, bahkan sekalipun." jawab Halim, "Itulah bodohnya dirimu, Ada banyak wanita diluar sana. Tapi, kenapa kau tidak mau cari satu?" ucap Armawan.
"Iya!" sambung Yusriadi, "Serasa aku ini orang paling tampan di dunia. Jadi, biar cewe itu yang mencariku." jawab Halim, "Yoi Sob, kau memang yang paling tampan" pujian Mufly ke Halim, "Indih...! Ueek..., Perutku jadi mual ngedengarinnya. Hahaha..." kata Armawan.
Disuatu sekolah. Terdapat sebuah kelas yang muridnya sangat nakal dan konyol. Yaitu, kelas XII IPA 3, SMAN 13 Mks, angkatan 2014. Walaupun nakal tapi, mereka adalah murid yang penuh dengan rasa peduli dan solidaritas.
Beberapa hari setelah insiden tersebut, anak baru di kelas XII IPA 3 belum datang juga dan membuat murid-murid di kelas tersebut gelisah.
"Wei, Halim! Anak baru yang kau ceritakan kemarin mana? Ko gak nongol-nongol." tanya Adrian.
Halim yang sedang tidur terbangun setelah mendengar keluhan dari teman-teman kelasnya.
"Huahh~~, entahlah, mungkin dilahap Bumi." jawab Halim,
"Iya, dimana anak baru itu? Aku sudah tidak sabar ingin ngekader dia." ucap Akbar,
"Akukan sudah bilang besok, Haji!" kesal Halim yang sangat mengantuk,
"Woles dong! Kalau mau tidur, ya tidur saja!" gertak Adrian.
Halim dan Adrian pun memicu keributan dalam kelas. Hingga membuat teman kelasnya bersorak menyemangati mereka berdua.
"Eaaa... pukul dia... tinju dia..."
"Kalian berdua jangan saling berkelahi. Masa kamu takut sama dia?" kata Akbar ke Adrian
"Kalian semua diam...! Hargai guru yang sedang menjelaskan di depan. Kalian jangan berkelahi..." pinta Misyel dengan lemah lembutnya.
Bukannya tenang, beberapa dari mereka malah meneriaki Misyel dan menambah keributan "Huuuuuu....", "Misyel..., jodohnya Pak Hmm Hmm" kata Amri.
Tidak tahan dengan keributan yang ada. SiMurid yang paling ditakutipun berteriak dan membuat semuanya terdiam dan membisu.
"Wei, DIAM KALIAN SEMUA! Memangnya kalian anak sd apa? Yang selalu ingin di tegur!" kesal Fadillah.
"Ma, Maaf." Mohon Adrian dan Halim,
"Ini semua gara gara kamu!." Kata Halim menyalahkan Adrian lalu melanjutkan tidurnya.
"Ini itu salahmu!!! Dasar orang tidak tau mau!" kesal Adrian,
"Wei, Adrian! Bisakah kau diam!" gertak Fadillah sekali lagi.
"Hahaha..., masih mauko." ejek Akbar.
Setelah jam istirahat berakhir, Ibu Waode membawa seorang Siswa ke dalam kelas dan memperkenalkannya.
"Namaku... Mufly. Aku tinggal bersama orang tuaku. Aku pindahan dari SMAN 12 Mks." Ucap anak baru tersebut.
"Kau boleh duduk di tempat yang kau inginkan!" perintah ibu Waode.
Mufly pun duduk di bangku yang tampak kosong tanpa ia tau bahaya yang mengancamnya.
"Akan-kubunuh-siapapun-yang-berani-melawanku." kata Mufly yang membaca selembar kertas yang menempel di bangku tersebut.
"Assalamualaikum" salam Fadillah,
"Waalaikumsalam" jawab yang lainnya.
Ketika Fadillah menuju ke bangkunya, ia merasa ada yang aneh. Bangku yang biasa ia tempati tiba-tiba diduduki oleh seseorang.
"Berani-beraninya kau menempati mejaku!!!" Teriak Fadillah, "Memangnya kau tidak melihat namaku yang sebesar imi?" Samnung Fadillah.
"Hahaha..., Habis sudah kau anak baru ehh, Dia akan membunuhmu." Pikir murid sekelas.
"Pergi atau mati!!!" gertakan Fadillah. Mufly yang ketakutan pergi dengan menabrak banyak barang. "Ada apa dengan gadis aneh itu?" tanya Mufly.
"Sesuai namamu, Fly artinya terbang. Terbang ketika dimarahi Fadillah. Hahaha..." jawab Halim, "???" ekspresi Mufly yang kebingungan.
"Jangan gitu Fadillah! Kasihan anak baru itu!" Ucap Sastri, "Urusanna itu!" kesal Fadillah.
Beberapa saat kemudian, saat bel istirahat kedua berbunyi, para siswa di kelas tersebut sangat bahagia.
"Ayo kita ke Bunda!" ajak Fadel, "Kamu traktir?" tanya Ichwan,
"Iya, kalau kamu yang tr, kemanapun kami ikut." ucap Rafly meremehkan Fadel,
"Bangs*t..., kau meremehkanku ya? Jangankan kalian berdua. Kalian sekelaspun aku gak mau tanggung." jawab Fadel.
"Hahaha... kalau kamu memaksa sih... mau tidak mau kami akan ikut." kata Amri
"Bilang saja kalau kamu juga mau ikut!" jawab Fadel.
"Mereka ingin kemana bro?" tanya Mufly.
"Kekantin Bunda. Kau juga harus ikut kalau mau dapat Anugra(Anu Gratis=istilah anak Makassar untuk sesuatu yang gratis)" jawab Halim.
"ha!!! Iyakah?" tanya Mufly dengan penuh semangat, "Kalau begitu aku ikut mereka ya Sob!" ucap Mufly dan mengikuti gerombolan iblis IPA 3.
Setelah semua siswa di kelas tersebut pergi, akhirnya Halim bisa sendirian di dalam kelas. "Akhirnya..., aku akan tidur dengan tenang sekarang tanpa ada keributan." ucap Halim tampa menyadari bahwa masih ada seorang waria dalam kelasnya yaitu, Subianto.
"Halim! Halim!" panggil Subi, "Astaga!!!! Apa lagi Subianti? Tidak bisakah kau melihatku tenangka?" kesal Halim karna waktunya yang berharga terganggu.
"Aku ingin meminjam catatanmu yang kemarin!" Pinta Subi,
"Ini! Ambillah, dan bawa pulang jika kau mau!" ucap Halim.
Ketika mengambil catatan Halim, Subi langsung membuka buku tersebut yang ternyata isinya tidak lebih dari selembar saja.
"Ini apa Halim?", "Barusan, apa yang kau minta?" jawab Halim,
"catatan. Tapi... yang kuminta itu catatan yang kemarin. Bukan catatan yang gak jelas ini." heran Subi,
"Apa kau kemarin melihatku menulis!" kesal halim meneriaki wajah Subi. "Aku kemarin tidak datang jadi aku tidak tau. Jawab Subianto.
"Kemarin aku juga tidak datang goblok...!!!" Kesal Halim. "Cuih... Kenapa kau muncat di wajahku, Halim...!!!" jijik Subi, "Oh, maaf." jawab Halim lalu melanjutkan tidurnya.
"Dasar menjijikkan." kata Subianto.
Ditempat lain,
"Ihh, Si anak baru ini ikut rupanya." kata Amri sambil merangkul Mufly.
"Yoi Sob, aku tak punya kerjaan dalam kelas Sob, makanya aku ikut." jawab Mufly,
"Hahaha... Ciee... Amri dapat adik baru rupanya." Ejek Fadel, "Hahaha..." tawa mereka terbahak bahak.
"Yoi Sob. Kalau boleh nanya... barusan temanmu yang cewek kenapa Sob? Dia seperti ingin memakanku." Heran Mufly.
"Ohh... Fadillah? Dia orangnya memang sejak lahir begitu. Pembawaannya selalu ingin marah." Jawab Wanra, "Pembawaan?" Pikir Mufly.
Sesampainya dikantin Fadel-pun segera memesan makanan. "Berapa orangki ini?" tanya Fadel, "10 orang sama Mufly." jawab Ucil.
"Bunda! Pangsit 10." pesan Fadel, "Seperti biasa, pangsitnya lagi kosong!" jawab Bunda yang mengecawakan mereka, "kenapa?" tanya Mufly, "Karna di sini gak jual pangsit. Hahaha...." jawab Rafly, "hah?! Iya ya." kata Mufly setelah melihat kedalam toko yang ternyata cuma penjual makanan ringan dan nasi kuning.
"Hahaha..., Kau mengerjai anak baru lagi. Dasar tukang ngibul." ucap Akbar. "Nasi kuning mo 10 Bunda." Ucap Fadel yang sedang memesan makanan.
Tidak lama kemudian Halim datang dengan raut wajah yang menyebalkan. "Weh... Halim! Baru kali ini aku ngelihatmu keluar dari kelas, kamu kenapa?" heran Ichwan, "Hadeh..., di kelas sangat ribut, terutama deng siama yang kerjanya cuma nyanyi mulu." jawab Halim.
Beberapa saat yang lalu. "Oh, maaf." jawab Halim lalu melanjutkan tidurnya. "Dasar menjijikkan.".
Tapi, tidurpun terasa susah karna seseorang sedang bernyanyi dengan suara yang lumayan. lumayan keras dan berisik. "Hentikan nyanyianmu yang jelek itu Desi!" Mohon Halim.
"Kalau aku gak mau? Kamu mau apa?" Tanya Desi, "Aku akan menutup mulutmu dengan sebuah pisang coklat yang gak bakalan ada habisnya." Jawab Halim sambil berseringi, "Ng?! Dasar pria mesum!" gertak Nanda, siswi yang kebanyakan tingkah dan selalu mencampuri urusan Halim. "Sebaiknya kau diam saja! Kau itu baru datang sudah ngecampuri urusan orang!" suruh Halim. "Ihh! Biar lagi." jawab Nanda. "Hadeh..., dari pada marah-marah di sini, mending aku ke kantin Bunda saja." kata Halim.
"Hahaha..., Nanda emang gitu orangnya." kata Rafly, "Iya, tidak lama aku bisa gila kalau ada di sana terus terusan." ucap Halim. "Kalau mau curhat ke pacarmu saja. Jangan di sini." hina Fadel, "t(-_-t) Fu*k you..., Gua belum punya pacar, bahkan sekalipun." jawab Halim, "Itulah bodohnya dirimu, Ada banyak wanita diluar sana. Tapi, kenapa kau tidak mau cari satu?" ucap Armawan.
"Iya!" sambung Yusriadi, "Serasa aku ini orang paling tampan di dunia. Jadi, biar cewe itu yang mencariku." jawab Halim, "Yoi Sob, kau memang yang paling tampan" pujian Mufly ke Halim, "Indih...! Ueek..., Perutku jadi mual ngedengarinnya. Hahaha..." kata Armawan.
Selasa, 29 November 2016
Kelas gila Part 01
Disuatu sekolah. Terdapat sebuah kelas yang muridnya sangat nakal dan konyol. Yaitu, kelas XII IPA 3, SMAN 13 Mks, angkatan 2014. Walaupun nakal tapi, mereka adalah murid yang penuh dengan rasa peduli dan solidaritas.
Suatu hari, dipagi yang indah. Ada seorang siswa yang sedang tertidur di kelasnya. Tanpa ia sadari, salah seorang temannya datang untuk membangunkannya.
"Wei!!! bangun, guru sudah datang." kata Adrian yang mencoba membangunkan Halim.
"Wei!!! bangun, guru sudah datang." kata Adrian yang mencoba membangunkan Halim.
"Dimana ini?" tanya Halim yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Diakhirat..." jawab Adrian dengan suara yang menakutkan.
"Apa! Alhamdulillah... akhirnya aku mati juga." kata Halim sambil berlompat-lompat penuh semangat.
"Sial. Kenapa kamu kegirangan begitu? bukannya terkejut malah Alhamdulillah." tanya Adrian.
"Karna Aku tau, Kau hanya bercanda. Lagi pula... semua orang pasti akan mengalami yang namanya kematian." jawab Halim.
"Itukan sudah jelas... bloon!..." ucap Adrian.
"Ada anak baru..." teriak Sastri saat memasuki kelas.
Anak baru tersebutpun memasuki kelas dengan raut wajah yang datar tanpa senyuman.
"Ini? Anak baru yang kamu ceritakan kemarin?" tanya Adrian.
"Bukan, ini jauh berbeda dengan yang aku lihat kemarin." jawab Halim
"Hmm... ya sudahlah, yang penting murid baru." kata Adrian.
"Welcome to the Hell." kata Amri menyambut siswa tersebut sambil berseringi.
"Hee. Hidup anak baru itu tidak bakalan tenang dalam kelas ini!" ucap salah satu siswa dalam kelas tersebut dan berseringi.
"Kamu jangan begitu Fadel..." ucap Delia.
"Cieee... Delia... perhatiannya sama Fadel." ejek murid yang lainnya.
"Silahkan perkenalkan diri kamu ke teman-temanmu!" Suruh Ibu Waode, Guru BK XII IPA 3.
"Namaku Yuda." jawab murid baru itu,
"Ohh..., Yuda..., Yuda kling yang stand-up comedy itu kan?" tanya Amri, murid yang suka mencela tapi tidak suka dicela.
Dengan Heran mendengar perkataan Amri, Yuda langsung duduk di sebelah Subianto, siswa setengah siswi yang sifatnya suka bicara tanpa memikirkan perasaan orang lain.
"Jangan duduk di sini!" ucap Subi,
"Memangnya kenapa?" tanya Yuda,
"Bussukko!!(Kau itu bau! Jadi, jangan duduk di sini!" jawab Subianto.
Yuda yang mulai emosi mencoba menahan amarahnya lalu pergi dari hadapan Subianto. Bingung ingin duduk dimana, tiba-tiba saja Yuda dipanggil oleh Halim dan diajak untuk duduk di sebelahnya.
"Kau duduk di sebelahku saja!" panggil Halim, siswa yang tidak diketauhi motivasinya.
"Aneh, kenapa dia yang baik sama aku?" pikir Yuda,
"Huahh~~, kalau guru datang, kau yang Harus bangunkan aku!" perintah Halim,
"Sama saja! Dalam kelas ini tidak ada yang beres. Tapi biarlah, dari pada gak punya bangku." ucap Yuda dalam hati.
Beberapa menit kemudian. Yuda dihampiri oleh bendahara kelas, yaitu Darmianti
"Kenapa murid di kelas ini aneh aneh ya?" pikir Yuda.
"Dana kelas!" kata Darmi memalaki Yuda.
"Apa?" kaget Yuda,
"Minggu ini sudah minggu yang ke-3. jadi, kamu harus bayar 4rb!" ucap Darmi. "Baru... Juga masuk, udah ditagih dana kelas." pikir Yuda sejenak.
"Tapi akukan anak baru?" Keluh Yuda.
"Memangnya aku peduli. Kalau besok kamu tidak bayar, kamu akan aku cincang!" ancam Darmi.
"Wei.. Rafly!!! Kau belum bayar uang dana kelas!" teriak Darmi.
"Aku tidak punya uang hari ini." jawab Rafly.
"Itu urusanmu, bukan urusanku. Cepat bayar!" kata Darmi.
"Cewe itu kenapa sih? Sadis amat." heran Yuda,
"Itu baru Darmi, kau belum liat yang palingdi kelas ini kan? Hahaha..." jawab Halim lalu melanjutkan tidur.
Yuda merasa ketakutan mendengar apa yang Halim ucapkan barusan. Sampai-sampai Yuda selalu mengingat perkataan Halim.
Halim yang sedang tertidur tidak sengaja menjatuhkan selembar kertas yang bertuliskan "Tidurlah sebelum tidur itu dilarang.",
"Apa-apaan tulisan ini?" tanya Yuda,
"Ohh... itu sudah menjadi ketetapan dikelas ini. Setiap murid harus mempunyai selogan motivasi seperti ini." jawab Halim dengan raut wajah yang mengantuk.
"Jadi, aku juga harus membuat seloganku sendiri?" tanya Yuda lagi.
"Iya.", "Tapi, kalau kayak gini namanya bukan motivasi." pikir Yuda sambil memandangi kertas tersebut.
Berpikir dan berpikir, akhirnya Yuda dapat menentukan selogan yang cocok untuknya. Tapi, ketika ingin menempelnya, Guru BK datang dan memberitahukan bahwa ternyata sebenarnya Yuda bukan siswa di kelas tersebut. Melainkan ia adalah siswa di kelas sebelah.
"Assalamualaikum... Yuda keling ada? Kamu sebenarnya murid sebelah. Ibu salah orang. Anak baru di kelas ini datangnya besok.", seluruh murid dalam kelas berteriak tidak jelas setelah mendengar ucapan ibu Waode.
"Aduh..., padahal Aku belum puas mencelanya." ucap Amri.
"Untung saja kau belum membayar uang dana kelas barusan!" kata Darmi.
Ibu Waode pun pergi dan membawa Yuda ke kelasnya yang sebenarnya.
"Untung saja aku salah kelas, bisa mati gua jika terus-terusan dalam kelas ini!." keluhan Yuda.
"Kalau dia bukan di kelas ini, berarti siapa dong?" pikir semua murid XII IPA 3 sambil melirik ke Halim. Dengan tenang Halim mengatakan "Kemarin kalau tidak salah nama anak baru itu Mufly.".
"Itukan sudah jelas... bloon!..." ucap Adrian.
"Ada anak baru..." teriak Sastri saat memasuki kelas.
Anak baru tersebutpun memasuki kelas dengan raut wajah yang datar tanpa senyuman.
"Ini? Anak baru yang kamu ceritakan kemarin?" tanya Adrian.
"Bukan, ini jauh berbeda dengan yang aku lihat kemarin." jawab Halim
"Hmm... ya sudahlah, yang penting murid baru." kata Adrian.
"Welcome to the Hell." kata Amri menyambut siswa tersebut sambil berseringi.
"Hee. Hidup anak baru itu tidak bakalan tenang dalam kelas ini!" ucap salah satu siswa dalam kelas tersebut dan berseringi.
"Kamu jangan begitu Fadel..." ucap Delia.
"Cieee... Delia... perhatiannya sama Fadel." ejek murid yang lainnya.
"Silahkan perkenalkan diri kamu ke teman-temanmu!" Suruh Ibu Waode, Guru BK XII IPA 3.
"Namaku Yuda." jawab murid baru itu,
"Ohh..., Yuda..., Yuda kling yang stand-up comedy itu kan?" tanya Amri, murid yang suka mencela tapi tidak suka dicela.
Dengan Heran mendengar perkataan Amri, Yuda langsung duduk di sebelah Subianto, siswa setengah siswi yang sifatnya suka bicara tanpa memikirkan perasaan orang lain.
"Jangan duduk di sini!" ucap Subi,
"Memangnya kenapa?" tanya Yuda,
"Bussukko!!(Kau itu bau! Jadi, jangan duduk di sini!" jawab Subianto.
Yuda yang mulai emosi mencoba menahan amarahnya lalu pergi dari hadapan Subianto. Bingung ingin duduk dimana, tiba-tiba saja Yuda dipanggil oleh Halim dan diajak untuk duduk di sebelahnya.
"Kau duduk di sebelahku saja!" panggil Halim, siswa yang tidak diketauhi motivasinya.
"Aneh, kenapa dia yang baik sama aku?" pikir Yuda,
"Huahh~~, kalau guru datang, kau yang Harus bangunkan aku!" perintah Halim,
"Sama saja! Dalam kelas ini tidak ada yang beres. Tapi biarlah, dari pada gak punya bangku." ucap Yuda dalam hati.
Beberapa menit kemudian. Yuda dihampiri oleh bendahara kelas, yaitu Darmianti
"Kenapa murid di kelas ini aneh aneh ya?" pikir Yuda.
"Dana kelas!" kata Darmi memalaki Yuda.
"Apa?" kaget Yuda,
"Minggu ini sudah minggu yang ke-3. jadi, kamu harus bayar 4rb!" ucap Darmi. "Baru... Juga masuk, udah ditagih dana kelas." pikir Yuda sejenak.
"Tapi akukan anak baru?" Keluh Yuda.
"Memangnya aku peduli. Kalau besok kamu tidak bayar, kamu akan aku cincang!" ancam Darmi.
"Wei.. Rafly!!! Kau belum bayar uang dana kelas!" teriak Darmi.
"Aku tidak punya uang hari ini." jawab Rafly.
"Itu urusanmu, bukan urusanku. Cepat bayar!" kata Darmi.
"Cewe itu kenapa sih? Sadis amat." heran Yuda,
"Itu baru Darmi, kau belum liat yang palingdi kelas ini kan? Hahaha..." jawab Halim lalu melanjutkan tidur.
Yuda merasa ketakutan mendengar apa yang Halim ucapkan barusan. Sampai-sampai Yuda selalu mengingat perkataan Halim.
Halim yang sedang tertidur tidak sengaja menjatuhkan selembar kertas yang bertuliskan "Tidurlah sebelum tidur itu dilarang.",
"Apa-apaan tulisan ini?" tanya Yuda,
"Ohh... itu sudah menjadi ketetapan dikelas ini. Setiap murid harus mempunyai selogan motivasi seperti ini." jawab Halim dengan raut wajah yang mengantuk.
"Jadi, aku juga harus membuat seloganku sendiri?" tanya Yuda lagi.
"Iya.", "Tapi, kalau kayak gini namanya bukan motivasi." pikir Yuda sambil memandangi kertas tersebut.
Berpikir dan berpikir, akhirnya Yuda dapat menentukan selogan yang cocok untuknya. Tapi, ketika ingin menempelnya, Guru BK datang dan memberitahukan bahwa ternyata sebenarnya Yuda bukan siswa di kelas tersebut. Melainkan ia adalah siswa di kelas sebelah.
"Assalamualaikum... Yuda keling ada? Kamu sebenarnya murid sebelah. Ibu salah orang. Anak baru di kelas ini datangnya besok.", seluruh murid dalam kelas berteriak tidak jelas setelah mendengar ucapan ibu Waode.
"Aduh..., padahal Aku belum puas mencelanya." ucap Amri.
"Untung saja kau belum membayar uang dana kelas barusan!" kata Darmi.
Ibu Waode pun pergi dan membawa Yuda ke kelasnya yang sebenarnya.
"Untung saja aku salah kelas, bisa mati gua jika terus-terusan dalam kelas ini!." keluhan Yuda.
"Kalau dia bukan di kelas ini, berarti siapa dong?" pikir semua murid XII IPA 3 sambil melirik ke Halim. Dengan tenang Halim mengatakan "Kemarin kalau tidak salah nama anak baru itu Mufly.".
Langganan:
Postingan (Atom)

